2.1.11

UPACARA PERINDUKAN SIAGA

UPACARA PEMBUKAAN LATIHAN
 PERINDUKAN SIAGA

1.     Sebelum dilaksanakan upacara pembukaan dilakukan pemeriksaan kebersihan  kerapihan para siaga, barung yang memperoleh kelebihan dari barung-barung lainnya (jumlah anggota yang hadir, disiplin, kebersihan, kerapihan, dan lain-lain) mendapat kehormatan dan pemimpin barungnya ditunjuk menjai pemimpin upacara (sulung).

2.     Setelah menyiapkan perlengkapan upacara yakni standard bendera diletakan ditengah tengah lapangan upacara (bendera Merah Putih yang telah dipasang pada tiang ditempatkan diluar lingkaran), naskah Pancasila dan Dwi Darma , maka pemimpin upacara (sulung) memanggil anggota Perindukan untuk berkumpul membentuk lingkaran kecil lalu ke bentuk lingkaran besar.

3.     Pemimpin upacara (sulung) menghadap ke barungnya sendiri, dan setelah siap lalu menjemput Pembina upacara (Yanda atau Bunda) yang berada di luar lingkaran untuk masuk ke dalam lingkaran  melalui “ PINTU “ di dekat barungnya sendiri.

4.     Pembina upacar (Yanda atau Bunda) menempati diri di seberang standard bendera menghadap ke pintu masuk dan pemimpin upacara (sulung) berdiri di seberang standard bendera membelakangi pintu masuk, dan bersama itu pula para pembantu Pembina (Pak Cik dan Bu Cik ) memasuki lingkaran di sela-sela barung.

5.     Kemudian Pembina upacara (Yanda atau Bunda) meminta kepada pemimpin upacara (sulung) untuk membawa bendera Merah Putih ke dalam lingkaran dan ketika tiba di garis lingkaran di pintu masuk, berhenti sebentar untuk memberi kesempatan kepada pembina upacara (Yanda atau Bunda) memberi hormat kepada bendera Merah Putih dan tanpa aba-aba diikuti serentak oleh seluruh peserta upacara.

6.     Pemimpin upacara (sulung) meletakan bendera Merah Putih pada standardnya, mundur satu langkah dan memberi hormat kepada bendera Merah Putih (seluruh peserta masih dalam keadaan memberi hormat), lalu Pembina upacara (Yanda atau Bunda) menurunkan tangannya diikuti serentak oleh peserta upacara.

7.      Pembina upacara (Yanda atau Bunda) membacakan naskah Pancasila diikuti oleh seluruh peserta dilanjutkan dengan pembacaan naskah Dwi Darma oleh pemimpin barung  (sulung) yang diikuti oleh peserta upacara.

8.     Selesai pembacaan Dwi Darma, pemimpin upacara (sulung) memberi hormat kepada Pembina upacara (Yanda atau Bunda) dan kembali ke barungnya.

9.     Akhirnya Pembina upacara (Yanda atau Bunda) mengajak seluruh peserta upacara untuk berdo’a  secara lisan, dilanjutkan pengumuman tentang acara latihan hari ini dan lain-lain.

10. Upacara pembukaan selesai dilanjutkan acara latihan.  



UPACARA PENUTUPAN LATIHAN
PERINDUKAN SIAGA

Pada hakekatnya merupakan kebalikan dari upacara Pembukaan urutanya sebagai berikut :
1.     Sebelum upacara, Siaga merapikan dirinya (seragam, kaus kaki, tali sepatu, setangan leher,  dasi,  baret , topi, rambut dan sebagainya) dan pasti tidak akan sebersih dan serapi sebelum upacara pembukaan karena itu cukuplah kalau rapi.

2.     Bendera Merah Putih yang masih terpasang pada tiangnya distandard bendera ditempatkan ditengah-tengah lapangan (semua tugas masih dilakasanakan oleh pemimpin upacara (sulung)  dan dibantu wakil pimpinan barungnya)

3.     Seperti biasa anggota Perindukan berkumpul membuat lingkaran lalu pemimpin upacara (sulung) menjemput Pembina upacara (Yanda atau Bunda) yang hadir di luar lingkaran masuk ke dalam lingkaran seperti semula.

4.     Pemimpin upacara (sulung) ada di barungnya, Pembina  upacara (Yanda atau Bunda)  memimpin do’a syukur dan selesai minta pemimpin upacara (sulung) membawa bendera Merah Putih.

5.   Kemudian pemimpin upacara (sulung) maju kedepan barungnya, memberi hormat kepada bendera Merah Putih dan secara serentak diikuti oleh peserta tanpa aba-aba.

6.    Pemimpin upacara (sulung) mengambil bendera Merah Putih dari Standard membawanya keluar lingkaran dan waktu tiba dibaris lingkaran di pintu barungnya berhenti sebentar (selama bendera Merah Putih belum keluar dari lingkaran seluruh peserta memberi hormat), dan setelah Pembina upacara (Yanda atau Bunda menurunkan tangannya diikuti seluruh peserta maka bendera Merah Putih dikembalikan ke tempat semula.

7.     Pemimpin upacara (sulung) lapor kepada Pembina upacara (Yanda atau Bunda) dan setelah memberi hormat  kembali ke barungnya.

8.     Akhirnya Pembina upacara (Yanda atau Bunda) membubarkan Perindukan, lalu saling memberi hormat balik kanan dan bubar.



UPACARA PELANTIKAN SIAGA




A.    Diadakan sebelum kegiatan dilaksanakan yakni dalam rangka upacara pembukaan (setelah upacara pembukaan dilanjutkan dengan pelantikan Siaga Mula, dengan catatan Siaga Bantu dan Siaga Tata tidak diadakan upacara pelantikan , cukup dengan menyematkan  tanda kecakapan).

B.    Urutannya sebagai berikut :

1.     Membaca Pancasila dan Dwi Darma.

2.     Pembina upacara (Yanda atau Bunda) mengemukakan adanya seorang Siaga yang akan dilantik.

3.     Pemimpin barungnya mengantarkan Siaga yang akan dilantik kedepan Pembina upacara (Yanda atau Bunda) dan para Pembantu Pembina (Pak Cik atau Bu Cik) maju ke tengah dengan membawa baki/nampan berisi atribut pelantikan (tanda pelantikan, setangan leher/dasi , baret/topi, dan lain-lain)

4.     Setelah tanya jawab antara Pembina upacara (Yanda atau Bunda) dengan Siaga yang akan dilantik, Pembina upacara (Yanda atau Bunda) berjabat tangan dengan Siaga yang akan dilantiknya, memegang ujung Bendera Merah Putih.

5.     Semula tangan Pembina upacara (Yanda atau Bunda) berada dibawah dan menjelang pengucapan janji (Dwi Satya), kembalikan tangannya sehingga tangan Siaga yang akan dilantik berada dibawah.

6.    Pembina upacara (Yanda atau Bunda) menuntun Siaga yang dilantik mengucapkan Dwi Satya dan semua Perindukan memberikan hormat selama pengucapan janji diucapkan tanpa aba-aba.

7.     Pemasangan perlengkapan (atribut) dilakukan bergantian, mula-mula Yanda atau Bunda menyematkan tanda pelantikan lalu lainnya mulai dari Para pembantu Pembina sampai ke orang tua Siaga yang dilantik.

8.     Akhirnya penghormatan kepada Siaga yang baru dilantik oleh Perindukan dan ditutup dengan do’a oleh Yanda atau Bunda.